Gadgets & Hardware

TikTok Bayar Denda $400 Juta ke DOJ soal Privasi Anak

By bonuz NewsroomPublished August 28, 2026
TikTok to Pay $400M in DOJ Child Privacy Settlement

TikTok setuju membayar $400 juta (USD) untuk menyelesaikan gugatan Departemen Kehakiman AS (DOJ) terkait pelanggaran privasi anak. Kasus ini penting karena menunjukkan bahwa regulator masih bisa menuntut pertanggungjawaban platform atas data anak-anak, bahkan setelah terjadi perubahan kepemilikan.

Apa yang sebenarnya terjadi

DOJ mengumumkan penyelesaian ini pada Jumat, 21 Agustus 2026. TikTok akan membayar $300 juta segera, dan tambahan $100 juta setelah pengadilan mencabut consent decree sebelumnya yang terkait dengan pendahulunya, Musical.ly. Gugatan yang diajukan pada 2024 itu menuduh TikTok mengumpulkan data dari anak-anak tanpa memberi tahu orang tua atau mendapatkan persetujuan mereka, serta gagal menghapus akun ketika orang tua memintanya. DOJ menyebut penyelesaian ini sebagai 'salah satu pemulihan dana terbesar yang pernah diperoleh dalam kasus COPPA', menurut The Verge. Badan tersebut juga mencatat bahwa TikTok telah melakukan 'perubahan signifikan' dalam hal kepemilikan, manajemen, dan praktik privasinya sejak kasus ini bergulir. TikTok belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Bagaimana ceritanya

COPPA mewajibkan platform untuk mendapatkan persetujuan orang tua sebelum mengumpulkan data dari anak-anak di bawah 13 tahun. Musical.ly, pendahulu TikTok, sebelumnya sudah beroperasi di bawah consent decree yang mengatur masalah serupa. Gugatan DOJ pada 2024 berargumen bahwa TikTok melanjutkan pola yang sama setelah rebranding, dengan mengabaikan permintaan penghapusan dari orang tua. Pada Januari 2026, TikTok menyelesaikan kesepakatan yang telah lama dinegosiasikan, menempatkannya di bawah struktur kepemilikan bersama yang baru di Amerika Serikat, menurut The Verge. Pergeseran kepemilikan itu terjadi setelah bertahun-tahun tekanan politik terkait hubungan TikTok dengan China. Penyelesaian ini menutup babak hukum yang sudah ada sebelum perubahan kepemilikan tersebut, menunjukkan bahwa regulator tetap melanjutkan kasus ini terlepas dari siapa yang mengendalikan aplikasi tersebut.

Mengapa ini penting bagi Anda

Bagi orang tua dan pengguna, penyelesaian ini menjadi sinyal bahwa penegakan aturan privasi anak akan semakin ketat ke depannya, apa pun struktur kepemilikan platformnya. Bagi TikTok, pembayaran ini adalah biaya untuk menutup kewajiban lama sebelum pemilik baru sepenuhnya mengambil alih urusan kepatuhan. Bagi aplikasi sosial lain dan para pembuat perangkat AR, wearable, atau kacamata pintar, ini menjadi pengingat bahwa perlindungan data anak berlaku luas, bukan hanya untuk ponsel. Perangkat apa pun yang mengumpulkan data biometrik atau perilaku dari anak di bawah umur bisa menghadapi pengawasan serupa. Perusahaan yang membangun perangkat keras konsumen sebaiknya menjadikan persetujuan orang tua dan penghapusan data sebagai kebutuhan desain utama, bukan sekadar tambahan belakangan.

Pertanyaan yang lebih besar

Apakah denda $400 juta (USD) benar-benar mengubah cara platform memperlakukan data anak-anak, atau justru hanya menjadi biaya yang bisa diprediksi dalam menjalankan bisnis? Seiring pergeseran struktur kepemilikan dan hadirnya perangkat keras baru, termasuk wearable dan kacamata pintar, yang mulai mengumpulkan lebih banyak data pribadi dari pengguna muda, regulator dan perusahaan sama-sama membutuhkan jawaban yang lebih jelas. Kasus ini bukan yang terakhir yang akan menguji pertanyaan tersebut.

Yang perlu diperhatikan

Perhatikan putusan pengadilan yang mencabut consent decree TikTok sebelumnya, yang akan memicu pembayaran akhir sebesar $100 juta. Perubahan kepatuhan TikTok di bawah struktur kepemilikan barunya, yang rampung pada Januari 2026, akan terus diawasi ketat oleh regulator dan orang tua. Seiring kacamata pintar dan perangkat AR bergerak menuju penggunaan mainstream, pertanyaan-pertanyaan privasi serupa diperkirakan akan menyasar para pembuat perangkat keras, sesuatu yang terus dipantau ketat oleh bonuz.xyz.

Keep reading