Dominasi Bitcoin Mendekati 60%, Pasar Kripto Risk-On

By bonuz NewsroomPublished October 2, 2026
Bitcoin Dominance Nears 60% as Risk-On Mode Returns

Pangsa Bitcoin dalam total pasar kripto kini mendekati angka 60%, sementara stablecoin dominan, USDT, justru melorot ke 6,3%. Para trader tampak menggeser dana dari aset mirip tunai ke aset yang lebih fluktuatif. Pergeseran pada dua indikator kunci ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai lebih berani mengambil risiko.

Apa yang sebenarnya terjadi

Menurut CoinDesk, dalam laporan yang terbit pada 2 Oktober 2026, dominasi Bitcoin tengah mendekati 60% dari total kapitalisasi pasar kripto. Laporan yang sama menyebutkan dominasi USDT telah turun ke 6,3%. CoinDesk menilai kombinasi dua angka ini sebagai pertanda bahwa trader kripto sedang berada dalam mode risk-on. Laporan tersebut tidak menyebutkan angka pasti dominasi Bitcoin, hanya menyatakan bahwa posisinya kian mendekati level 60%. Laporan itu juga tidak merinci seberapa jauh dominasi USDT telah turun dari level sebelumnya, hanya menyebut bahwa angkanya kini berada di 6,3%. Tidak ada koin lain, tanggal, maupun kutipan dari trader yang disertakan dalam materi sumber.

Bagaimana situasi ini terbentuk

Dominasi Bitcoin mengukur pangsa Bitcoin dari total kapitalisasi pasar kripto. Angka yang terus naik biasanya menandakan modal lebih terkonsentrasi ke Bitcoin ketimbang token-token yang lebih kecil. Sementara itu, dominasi stablecoin, yang dipimpin USDT, mencerminkan seberapa besar bagian pasar yang masih mengendap dalam aset mirip tunai dibanding aset yang bergejolak. Penurunan pangsa USDT bisa menjadi indikasi bahwa trader memindahkan dananya ke Bitcoin, altcoin, atau aset berisiko lain, alih-alih menahan nilai dalam bentuk stabil. Laporan CoinDesk mengaitkan kedua indikator ini untuk menggambarkan suasana pasar, tanpa mengutip volume perdagangan spesifik, data bursa, atau nama analis tertentu. Itu sebabnya pergeseran dominasi ini lebih tepat disebut sebagai potret sesaat ketimbang tren yang telah dijelaskan secara menyeluruh.

Kenapa ini penting buat kamu

Bagi pemegang Bitcoin, naiknya dominasi berarti pangsa Bitcoin dalam total nilai pasar sedang membesar, terlepas dari apakah harganya dalam dolar sedang naik atau tidak. Bagi pemegang token lain, dominasi Bitcoin yang menguat sering kali berarti altcoin kebagian porsi modal baru yang lebih kecil. Bagi pemegang stablecoin, turunnya dominasi USDT menandakan semakin banyak pelaku pasar yang bersedia menahan aset fluktuatif ketimbang memarkir nilai dalam bentuk setara tunai. Para builder dan exchange yang memantau likuiditas bisa menjadikan ini sinyal awal terkait volume perdagangan di pasangan-pasangan Bitcoin. Namun, semua ini tidak menjamin arah harga ke depan. Indikator dominasi menggambarkan komposisi pasar, bukan ukuran keseluruhan atau momentumnya.

Pertanyaan besarnya

Jika dominasi Bitcoin terus merangkak naik menuju 60% sementara dominasi stablecoin terus menurun, apakah itu benar-benar menandakan selera risiko baru, atau sekadar perputaran modal di dalam ekosistem kripto itu sendiri, bukan dana segar dari luar? Laporan ini tidak menjelaskan apakah ada uang baru yang masuk ke pasar, atau apakah pemegang aset yang sudah ada hanya menggeser posisi mereka. Perbedaan ini bisa menentukan apakah sinyal ini menandai tren yang bertahan lama atau sekadar ayunan sesaat.

Yang perlu dipantau

Perhatikan apakah dominasi Bitcoin benar-benar menembus angka 60% dalam beberapa minggu setelah laporan 2 Oktober 2026 ini, serta apakah dominasi USDT akan terus turun atau justru pulih kembali. Tidak ada tanggal atau agenda mendatang yang disebutkan dalam materi sumber. Pembaca yang memantau struktur pasar kripto, termasuk lewat platform seperti bonuz, bisa memanfaatkan grafik dominasi sebagai cara sederhana untuk menilai apakah suasana risk-on ini akan bertahan atau justru memudar.

Keep reading