Celebrity

Coyote vs. Acme: WBD Coba Batalkan, Film Selamat

By bonuz NewsroomPublished August 19, 2026
Coyote vs. Acme: WBD Tried to Kill It, Film Survives

Warner Bros. Discovery sempat berusaha menyimpan Coyote vs. Acme rapat-rapat sebelum akhirnya menjual hak distribusinya ke Ketchup Entertainment, yang kini merilis film tersebut pada 28 Agustus 2026. Pembalikan arah ini penting karena membuka fakta bagaimana studio besar bisa menyimpan karya yang sudah rampung semata demi kepentingan pajak, lalu diam-diam ikut untung ketika pihak lain yang merilisnya.

Apa yang sebenarnya terjadi

Coyote vs. Acme hampir sepenuhnya dibatalkan oleh Warner Bros. Discovery sebelum Ketchup Entertainment mengakuisisi hak distribusinya, menurut laporan The Verge. Film ini memadukan live action dan animasi, mengikuti kisah Wile E. Coyote yang menggugat Acme Corporation atas produk-produk cacatnya, dengan Will Forte berperan sebagai pengacara Kevin Avery dan John Cena sebagai pengacara lawan, Buddy Crane. Lana Condor dan Eric Bauza juga turut membintangi, dengan Bauza mengisi suara Foghorn Leghorn sekaligus Bugs Bunny. Naskahnya ditulis oleh James Gunn, Jeremy Slater, dan Samy Burch. Reviewer Charles Pulliam-Moore menulis bahwa Warner Bros. Discovery justru menarik perhatian pada kebiasaannya menghilangkan film-film yang hampir rampung demi mencairkan keuntungan lewat write-off pajak. Film ini tayang di bioskop pada 28 Agustus 2026.

Bagaimana ceritanya bisa begini

Warner Bros. Discovery memiliki rekam jejak yang terdokumentasi dalam menyimpan proyek-proyek yang sudah selesai demi manfaat pajak, alih-alih merilisnya, dan hal ini kerap menuai kritik dari para kreator maupun penonton. Coyote vs. Acme dikabarkan awalnya menuju nasib serupa sebelum Ketchup Entertainment turun tangan membeli hak filmnya dan membawanya ke bioskop. Latar belakang inilah yang kini turut mewarnai cara penonton memaknai film tersebut: Acme, korporasi jahat yang digugat Coyote, dipandang sebagai representasi dari WBD, sejajar dengan Apple, Tesla, dan Lockheed Martin. Momen ini menjadi makin bermakna karena WBD tengah menjajaki kemungkinan merger dengan Paramount, kesepakatan yang membuat cara mereka mengelola kekayaan intelektual lawas kembali disorot.

Mengapa ini penting bagi Anda

Bagi penonton, selamatnya film ini berarti satu proyek lebih sedikit yang lenyap begitu saja ke dalam berkas pajak alih-alih tayang di bioskop. Bagi para kreator, ini menjadi pengingat bahwa karya yang sudah rampung masih bisa menemukan jalan distribusi di luar studio induknya, bahkan setelah sempat dihapus-bukukan secara internal. Bagi WBD, respons box office dan kritik terhadap Coyote vs. Acme akan dibaca sebagai semacam referendum atas keputusan mereka, terutama dengan merger Paramount yang masih menggantung. Studio-studio lain yang mengamati kasus ini mungkin akan mempertimbangkan ulang cara mereka memperlakukan film rampung yang sudah tidak sejalan dengan strategi korporasi, apalagi jika reaksi publik terbukti merugikan secara finansial.

Pertanyaan besarnya

Coyote vs. Acme selamat karena ada perusahaan lain yang membelinya, bukan karena ada sistem yang melindungi karya kreatif rampung dan memaksa perilisannya. Ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar: ketika sebuah perusahaan media bisa meraup untung lebih besar dari write-off pajak dibanding merilis film yang sudah jadi, apa sebenarnya yang melindungi penonton dan kreator dari karya yang begitu saja menghilang? Jawabannya bisa jadi akan membentuk cara studio memperlakukan karakter-karakter legendaris dan proyek-proyek rampung seiring konsolidasi yang terus berlangsung di industri hiburan.

Yang perlu dipantau

Coyote vs. Acme tayang di bioskop pada 28 Agustus 2026. Performa box office dan sambutan kritiknya akan diawasi ketat sebagai sinyal awal bagaimana penonton merespons cara WBD menangani proyek-proyek yang sempat disimpan. Hasil dari rencana merger WBD dengan Paramount, yang hingga tulisan ini dibuat masih menggantung, juga bisa memengaruhi bagaimana film-film rampung akan diperlakukan di dalam perusahaan gabungan tersebut kelak.

Keep reading