Jumlah transaksi harian di Robinhood Chain anjlok lebih dari 40% sejak pertengahan September, padahal Robinhood terus menanggung biaya jaringan untuk setiap swap yang dilakukan pelanggannya. Penurunan ini menandakan aktivitas yang mendingin di blockchain milik salah satu platform trading besar, sinyal yang patut diperhatikan oleh siapa pun yang mengikuti cara bursa membangun infrastruktur kripto mereka sendiri.
Apa yang Sebenarnya Terjadi
Transaksi harian di Robinhood Chain turun dari 10,8 juta menjadi 6,2 juta antara pertengahan September 2026 hingga 10 Oktober 2026, menurut laporan CoinDesk. Angka ini setara dengan penurunan sekitar 43%, sejalan dengan klaim laporan tersebut soal penurunan lebih dari 40%. Perlambatan ini terus berlanjut meski Robinhood tetap membayar biaya jaringan untuk swap pelanggan selama periode tersebut. CoinDesk menyebut penurunan ini merembet dari sisi biaya ke aktivitas trading itu sendiri, artinya tren melemah ini terlihat di lebih dari satu indikator penggunaan, bukan cuma satu angka saja.
Bagaimana Ini Bisa Terjadi
Data ini berasal dari satu laporan CoinDesk yang memantau penggunaan blockchain. Laporan tersebut tidak menjelaskan apa yang mendorong transaksi harian bisa mencapai 10,8 juta sebelum tren menurun ini dimulai, atau apakah penurunan ini mencerminkan berkurangnya pengguna aktif, turunnya volume swap, atau kondisi pasar yang lebih luas. Yang jelas, Robinhood tetap menanggung biaya jaringan untuk swap pelanggan sepanjang periode ini. Artinya, pengeluaran tetap stabil sementara aktivitas yang didukungnya justru menyusut—inilah inti ketegangan yang disoroti laporan tersebut.
Mengapa Ini Penting bagi Anda
Bagi pengguna Robinhood Chain, penurunan 40% pada transaksi harian bisa berarti likuiditas yang lebih tipis dan spread yang lebih lebar saat melakukan swap. Bagi developer yang mempertimbangkan membangun di atas chain milik bursa, angka ini memunculkan pertanyaan mendasar: menanggung biaya untuk pelanggan hanya masuk akal jika volume tetap cukup tinggi untuk menutup biayanya. Bagi Robinhood sendiri, mensubsidi biaya di tengah penurunan penggunaan menambah tekanan pada margin bisnis kriptonya. Siapa pun yang memegang aset yang settlement-nya berada di Robinhood Chain perlu memantau apakah perusahaan akan mengubah kebijakan biayanya jika penurunan ini terus berlanjut.
Pertanyaan yang Lebih Besar
Jika sebuah platform trading besar terus membayar biaya jaringan sementara penggunaannya turun lebih dari 40%, sampai kapan dukungan semacam ini bisa bertahan sebelum akhirnya mengubah cara chain tersebut beroperasi? Pertanyaan yang lebih besar bagi industri ini adalah apakah blockchain milik bursa bisa mempertahankan volume trading begitu masa adopsi awal memudar, atau justru butuh subsidi biaya yang terus-menerus agar tetap aktif.
Yang Perlu Dipantau
CoinDesk mempublikasikan data ini pada 10 Oktober 2026, mencakup periode sejak pertengahan September. Perhatikan apakah Robinhood akan memberikan pernyataan soal tren ini atau mengubah kebijakan biayanya. Pengungkapan data transaksi selanjutnya, jika Robinhood merilisnya, akan menunjukkan apakah penurunan ini mulai stabil atau justru makin dalam. bonuz akan terus memantau perkembangan aktivitas Robinhood Chain seiring munculnya informasi baru.



