Treasury Solana SkyAI Anjlok 70%, Pemegang Saham Protes

By bonuz NewsroomPublished October 15, 2026
SkyAI Solana Treasury Drops 70%, Shareholder Demands Answers

Treasury Solana milik SkyAI anjlok 70% dalam waktu kurang dari sebulan, menyisakan 400.000 SOL yang belum terjelaskan asal-usulnya. Bastion Trading, salah satu pemegang saham utama, menolak menukar sahamnya pada tawaran tender perusahaan sebesar $3 (USD). Kebuntuan ini memunculkan pertanyaan baru soal transparansi dalam pengelolaan treasury kripto korporat.

Apa yang sebenarnya terjadi

Menurut laporan The Block pada 14 Oktober 2026, kepemilikan SOL SkyAI turun 70% dalam kurang dari sebulan. Laporan tersebut menyebutkan 400.000 SOL masih belum ada penjelasan resminya, tanpa ada keterangan publik dari SkyAI soal ke mana token-token itu mengalir. Bastion Trading, yang disebut sebagai pemegang saham utama, menolak tawaran tender perusahaan senilai $3 per saham dan balik menuntut $3,50 (USD) per saham. Media tersebut melaporkan bahwa Bastion mendesak SkyAI memberi kejelasan soal penjualan SOL di balik penurunan treasury ini. Laporan tidak merinci total ukuran treasury sebelum penurunan maupun jumlah kepemilikan SOL saat ini.

Bagaimana situasi ini bermula

Perusahaan publik yang menyimpan treasury kripto dalam jumlah besar makin sering menghadapi sorotan dari pemegang saham, karena fluktuasi harga token berdampak langsung pada neraca keuangan. Kasus SkyAI mengikuti pola serupa, meski laporan tidak merinci kapan SkyAI membangun posisi SOL-nya atau alasan di baliknya. Perselisihan antara Bastion Trading dan SkyAI soal harga tender, $3 berbanding $3,50, mencerminkan perdebatan yang lebih luas tentang cara menilai sebuah treasury setelah penurunan tajam. Sumber laporan tidak menyebutkan tindakan pemegang saham sebelumnya, respons dewan direksi, atau keterlibatan regulator, sehingga kronologi lengkap sengketa ini masih belum jelas.

Mengapa ini penting bagi Anda

Bagi pemegang saham SkyAI, kebuntuan ini bisa memengaruhi harga buyback atau exit di masa depan, mengingat tawaran balik Bastion mematok standar lebih tinggi di angka $3,50 per saham. Bagi pemegang SOL secara umum, pergerakan 400.000 SOL yang tak terjelaskan dari sebuah treasury korporat berpotensi menambah ketidakpastian jangka pendek terhadap pasokan. Bagi para builder dan perusahaan lain yang menyimpan treasury kripto, kasus ini menjadi pengingat bahwa pemegang saham bisa menuntut laporan rinci soal penjualan token, bukan sekadar total kuartalan. Sorotan semacam ini diperkirakan akan makin sering terjadi seiring treasury kripto menjadi strategi neraca yang lazim digunakan perusahaan.

Pertanyaan besarnya

Jika treasury kripto sebuah perusahaan publik bisa menyusut 70% dalam sebulan tanpa penjelasan yang jelas, standar pelaporan seperti apa yang semestinya diharapkan pemegang saham? Haruskah perusahaan yang menyimpan treasury token dalam jumlah besar mengungkapkan penjualannya secara mendekati real-time, seperti halnya pengungkapan buyback saham? Sengketa SkyAI ini berpotensi menjadi uji kasus soal seberapa transparan treasury kripto korporat seharusnya, dan siapa yang berhak menuntut transparansi tersebut.

Yang perlu diperhatikan

Pantau terus respons SkyAI terhadap tawaran balik Bastion Trading sebesar $3,50, serta apakah perusahaan akan menjelaskan selisih 400.000 SOL tersebut. Belum ada linimasa resmi untuk penyelesaian sengketa tawaran tender ini per 14 Oktober 2026. Pengungkapan lebih lanjut dari SkyAI atau dokumen pengajuan regulator berpotensi memperjelas status treasury saat ini serta nasib pembicaraan buyback.

Keep reading