Bitcoin naik ke $81.432, menguat +2,20% dalam 24 jam, saat trader menanti keputusan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed) sekaligus catatan riset Galaxy yang menyatakan bear market telah berakhir. Investor ingin tahu apakah penguatan musiman bitcoin pasca pemilu sela bakal terulang.
Apa yang sebenarnya terjadi
Harga bitcoin kini berada di $81.432, naik +2,20% dalam 24 jam terakhir, dengan level tertinggi $81.636 dan terendah $79.732, menurut data CoinGecko. Volume perdagangan mencapai $24,03 miliar, sementara kapitalisasi pasar tercatat $1,64 triliun. Bitcoin rata-rata menguat 53,7% dalam 12 bulan setelah tiga pemilu sela AS terakhir, tidak termasuk 2010, menurut CoinDesk. Sebagai pembanding, indeks S&P 500 rata-rata naik 15,17% pada periode yang sama sejak 1950, berdasarkan data Hartford Funds yang dikutip CoinDesk. Kepala riset Galaxy, Alex Thorn, mengatakan kepada investor bahwa bear market 'kemungkinan besar sudah berakhir sejak Juni' dan bitcoin kini berada 'pada fase akumulasi yang selalu mendahului setiap tren naik sebelumnya', menurut CoinDesk.
Bagaimana ini bisa terjadi
Harga bitcoin bergerak dalam siklus sekitar empat tahunan yang terkait dengan halving, yaitu pemangkasan 50% imbalan penambangan koin baru setiap empat tahun. Bear market sebelumnya selalu bertepatan dengan tahun pemilu sela, yakni 2014, 2018, 2022, dan kini 2026, menurut laporan CoinDesk. Bitcoin sempat anjlok di bawah $60.000 pada Juni, lalu melonjak lebih dari 35% sebelum pergerakan terbaru minggu ini. Artinya, pola rally pasca pemilu sela yang dicatat CoinDesk bisa jadi lebih mencerminkan siklus halving ketimbang faktor politik AS. Terpisah, perusahaan treasury bitcoin Datavault AI mengungkapkan minggu ini bahwa pihaknya tidak bisa menarik bitcoin yang disimpan di bursa Biconomy sejak Juni, yang memangkas nilai aset yang dilaporkan sebesar $92,2 juta.
Mengapa ini penting bagi Anda
Bagi para pemegang bitcoin, situasinya campur aduk. Di satu sisi ada angin musiman dan seruan akumulasi dari Galaxy, namun keputusan suku bunga The Fed bisa menjadi faktor penyeimbang karena kenaikan suku bunga biasanya menarik dana keluar dari aset berisiko. Bagi pengembang dan manajer treasury, masalah yang dialami Datavault AI jadi pengingat bahwa menyimpan bitcoin dalam saldo bursa tidak sama dengan menyimpannya di dompet yang sepenuhnya Anda kendalikan. Para penambang pun mulai diversifikasi usaha: Luxor Technology mengumpulkan dana $16 juta untuk mengembangkan bisnis AI dan berencana merekrut sekitar 12 karyawan baru hingga akhir tahun, menurut Chief Operating Officer Ethan Vera kepada The Block. Ini menandakan penambang mulai melindungi diri dari fluktuasi harga bitcoin.
Pertanyaan besarnya
Bitcoin memang selalu naik setelah tiga pemilu sela AS terakhir, tetapi tahun-tahun itu juga bertepatan dengan titik balik siklus halving. Jika bitcoin kembali menguat setelah 3 November 2026, apakah ada yang bisa membuktikan apakah politik, kebijakan moneter, atau siklus penambangan yang sebenarnya menggerakkan harga? Memisahkan korelasi dari sebab-akibat mungkin akan tetap mustahil, apa pun yang terjadi dalam 12 bulan ke depan.
Yang perlu diperhatikan
Pemilu sela AS akan berlangsung pada 3 November 2026. Keputusan suku bunga The Fed dan konferensi pers Ketua Kevin Warsh dijadwalkan berlangsung hari ini, dengan trader mencermati kemungkinan sinyal kebijakan untuk Desember. Datavault AI diperkirakan akan mengajukan laporan keuangan yang direvisi menyusul pengungkapan minggu ini. Luxor Technology berencana menuntaskan rencana perekrutannya pada akhir 2026.
Artikel ini bersifat informasi, bukan nasihat keuangan. Harga yang tercantum adalah cuplikan sesaat dan terus berubah. Tidak ada bagian dari artikel ini yang merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset apa pun. Lakukan riset Anda sendiri.



