Nethermind, ZEUS, dan sejumlah proyek kripto lain mendaftarkan diri ke OSS Scanner, layanan baru Anthropic yang memanfaatkan model AI paling canggih untuk menemukan kerentanan perangkat lunak sebelum peretas sempat mengeksploitasinya. Di tengah meningkatnya serangan bertenaga AI terhadap infrastruktur kripto, akses terhadap alat pertahanan yang lebih kuat bisa menjadi penentu proyek mana yang bertahan dari eksploitasi berikutnya.
Apa yang sebenarnya terjadi
Anthropic meluncurkan OSS Scanner pada 8 Oktober 2026, sebuah layanan opt-in yang menyediakan laporan kerentanan dari model AI paling canggih miliknya, termasuk Claude Mythos, menurut Cointelegraph. Keesokan harinya, 9 Oktober 2026, perusahaan-perusahaan kripto mulai mengajukan permohonan pendaftaran. Nethermind, pengembang klien Ethereum, mengajukan audit untuk seluruh repositorinya. ZEUS, dompet Bitcoin dan Lightning, meminta pemeriksaan pada sistem pembayaran, private key, dan koneksi Lightning Service. VirtEngine, pasar komputasi cloud terdesentralisasi yang dibangun sebagai chain berbasis Cosmos SDK, turut mengajukan permohonan. Anthropic menyatakan laporan tersebut "akan dihasilkan oleh model terkuat kami (termasuk Claude Mythos) untuk memberikan keunggulan pertahanan terbesar bagi proyek open-source." Hingga artikel ini dipublikasikan, belum ada satu pun pull request yang digabungkan (merged).
Bagaimana kita sampai di sini
OSS Scanner dibangun di atas Project Glasswing, proyek sebelumnya dari Anthropic yang sudah memindai kode open-source namun masih bergantung pada tinjauan manual yang lambat sebelum hasilnya dibagikan. Tahun ini, perusahaan kripto menghadapi gelombang serangan berbasis AI yang terus meningkat. Boltz, penyedia layanan swap Bitcoin, menghentikan operasinya pada Agustus 2026 setelah menyatakan peretas mampu membangun eksploitasi lebih cepat dibanding kecepatan timnya menambal celah. PayPerQ, layanan pembayaran kripto, juga melaporkan serangan berulang yang diduga menggunakan AI. Anthropic sendiri memperingatkan pada 8 Oktober 2026 bahwa AI dalam waktu dekat cenderung menguntungkan pihak penyerang, karena biaya eksploitasi makin murah sementara perbaikan kerentanan masih bergantung pada manusia.
Mengapa ini penting bagi Anda
Bagi pengguna dompet, deteksi kerentanan yang lebih cepat berarti peluang lebih kecil bagi dana mereka terkuras sebelum tambalan keamanan dirilis. Bagi para pengembang, OSS Scanner membuka akses ke audit model AI mutakhir yang biasanya tak terjangkau oleh tim kecil. Bagi ekosistem secara luas, akses yang tidak merata memunculkan persoalan keadilan: proyek yang diterima ke program ini mendapat keunggulan pertahanan dibanding yang masih menunggu. Anthropic menyebut pihaknya akan menilai setiap pemohon secara kasus per kasus, dengan mempertimbangkan pentingnya infrastruktur, tingkat eksposur terhadap serangan jarak jauh, dan jumlah pengguna yang bergantung padanya. Proses seleksi ini berpotensi membentuk protokol mana yang tetap tangguh ke depannya.
Pertanyaan yang lebih besar
Jika model AI bisa menemukan kerentanan lebih cepat daripada manusia bisa meninjaunya, siapa yang berhak menentukan proyek mana yang lebih dulu dilindungi? Seleksi kasus per kasus dari Anthropic memunculkan pertanyaan yang lebih luas bagi dunia open-source: bisakah akses AI pertahanan mengimbangi laju penyerang jika aksesnya tetap dijatah, bukan dibuka untuk semua?
Yang perlu dipantau
Pantau apakah Anthropic akan menggabungkan pull request yang masih tertunda dari Nethermind, ZEUS, dan VirtEngine di repositori GitHub OSS Scanner. Hingga 9 Oktober 2026, belum ada satu pun yang digabungkan. Permohonan lanjutan dari pengembang asisten AI, pembuat alat keamanan agen, dan proyek infrastruktur machine learning diperkirakan akan terus bertambah seiring berkembangnya program ini. Bonuz akan terus memantau bagaimana akses semacam ini membentuk keamanan dompet dan perangkat keras yang terkait dengan identitas Web3.



