Pembayaran Stablecoin Melonjak 45%, Visa-Mastercard Masuk

By bonuz NewsroomPublished October 19, 2026
Stablecoin Payments Jump 45% as Visa, Mastercard Join In

Pembayaran stablecoin mencapai $482 miliar (USD) sepanjang tahun ini, naik 45%, menurut firma analitik Allium. Visa, Mastercard, dan Stripe kini menghubungkan jalur kripto ke transaksi kartu sehari-hari. Pergeseran ini menunjukkan stablecoin bergerak dari sekadar alat trading menjadi alat pembayaran dunia nyata, tren yang patut dipantau siapa pun yang menggunakan uang digital.

Apa yang sebenarnya terjadi

Firma analitik Allium melaporkan bahwa pembayaran stablecoin menyentuh $482 miliar (USD) sepanjang 2026, naik 45%, bahkan ketika total pasokan stablecoin stagnan, menurut CoinDesk. Belanja kartu yang terkait stablecoin melonjak dalam periode yang sama, menurut data Allium. Visa, Mastercard, dan Stripe masing-masing telah menambahkan jalur pembayaran kripto, memungkinkan pengguna membelanjakan stablecoin layaknya uang tunai saat checkout. Laporan tersebut tidak merinci angka berdasarkan jaringan atau wilayah. Allium juga tidak menyebutkan stablecoin mana yang mendorong pertumbuhan ini. Angka utama tersebut mencakup total volume pembayaran, bukan jumlah pengguna aktif atau transaksi. Data Allium menunjukkan adanya pemisahan antara pasokan, yang mengukur berapa banyak stablecoin yang beredar, dan pembayaran, yang mengukur seberapa sering stablecoin itu berpindah tangan.

Bagaimana ini bisa terjadi

Stablecoin selama ini dikenal terutama sebagai alat trading, berpindah antar-exchange dan dompet digital, bukan menuju toko atau kasir. Pertumbuhan pasokan, yaitu total nilai stablecoin yang beredar, lama menjadi tolok ukur utama kesuksesan industri ini. Tahun ini, ukuran tersebut melandai, menurut CoinDesk. Namun volume pembayaran tidak ikut melandai. Jaringan kartu besar dan prosesor pembayaran mulai menghubungkan stablecoin ke infrastruktur kartu yang sudah ada, memungkinkan merchant menerima kripto tanpa perlu mengubah sistem checkout mereka. Integrasi ini membuat stablecoin berfungsi lebih seperti mata uang penyelesaian yang bergerak melalui jalur yang sudah mapan, bukan sekadar saldo yang mengendap di dompet digital. Kesenjangan antara pasokan yang stagnan dan pembayaran yang terus naik menunjukkan stablecoin yang sudah ada beredar lebih cepat, bukan bertambah jumlahnya.

Mengapa ini penting bagi Anda

Bagi pengguna sehari-hari, pergeseran ini berarti stablecoin bisa segera berfungsi lebih seperti saldo kartu ketimbang aset kripto, siap dibelanjakan langsung di kasir melalui Visa, Mastercard, atau Stripe. Bagi para pengembang, data ini menandakan permintaan terhadap infrastruktur pembayaran, bukan sekadar penerbitan token baru. Bagi pemegang stablecoin, kecepatan sirkulasi bisa jadi lebih penting ketimbang pertumbuhan pasokan saat menilai penggunaan nyata sebuah stablecoin. Pengembang dompet digital dan aplikasi, termasuk yang membangun pembayaran untuk perangkat wearable dan kacamata pintar, mungkin akan menemukan jalur stablecoin ini lebih berguna sekarang jaringan besar sudah mendukungnya. Angka pasokan yang stagnan juga menunjukkan bahwa pasar tidak sekadar mencetak lebih banyak stablecoin untuk menunjukkan pertumbuhan, melainkan benar-benar memanfaatkan stablecoin yang sudah ada.

Pertanyaan besarnya

Jika pasokan stablecoin tetap stagnan sementara volume pembayaran terus naik, apa artinya ini bagi cara orang sebenarnya menggunakan kripto, sebagai uang untuk dibelanjakan atau sebagai aset untuk disimpan? Jaringan kartu membangun bisnis mereka di atas perpindahan uang yang cepat antarpihak. Stablecoin dibangun untuk menyimpan nilai di luar sistem perbankan tradisional. Data ini menunjukkan kedua model tersebut kini menyatu. Pertanyaan terbukanya adalah tujuan mana yang akan mendefinisikan stablecoin dalam beberapa tahun ke depan, alat belanja, alat simpanan, atau sesuatu yang lebih mendekati utilitas yang menjalankan keduanya secara setara.

Yang perlu diperhatikan

Pantau terus pembaruan data Allium berikutnya untuk memastikan apakah lonjakan pembayaran ini bertahan sepanjang sisa 2026. Pantau juga kemungkinan Visa, Mastercard, dan Stripe mempublikasikan angka volume mereka sendiri terkait transaksi stablecoin. Bonuz terus memantau bagaimana jalur pembayaran seperti ini suatu saat bisa mendukung transaksi melalui perangkat wearable dan kacamata pintar, di mana proses checkout terjadi tanpa perlu mengeluarkan kartu atau ponsel.

Keep reading