Riot Setop Pengembangan 2XKO Akhir 2026, Server Jalan Terus

By bonuz NewsroomPublished August 25, 2026
2XKO Development Ends in 2026, Servers Stay Online

Riot Games akan menghentikan pengembangan aktif 2XKO, game fighting berbasis League of Legends miliknya, pada akhir 2026. Langkah ini memperlihatkan betapa sulitnya bagi studio besar sekalipun untuk mempertahankan game live service, sekaligus jadi peringatan bagi perusahaan mana pun yang bertaruh besar pada dunia digital yang terus berjalan.

Apa yang sebenarnya terjadi

Riot Games mengumumkan pada 20 Agustus 2026 bahwa pihaknya akan menghentikan pengembangan aktif 2XKO pada akhir 2026, menurut laporan The Verge. Game fighting gratis ini rilis dalam versi early access di PC pada Oktober 2025, lalu hadir di PS5 dan Xbox Series X/S pada Januari 2026. Riot mengatakan pihaknya belum "melihat cukup banyak pemain yang bertahan untuk membawa game ini menuju jalur keberlanjutan." Studio tersebut menambahkan bahwa "2XKO menghabiskan biaya operasional jauh lebih besar daripada pemasukannya, dan engagement tetap relatif datar meski sudah ada pembaruan besar." Riot akan membuka semua karakter yang bisa dimainkan, mengembalikan uang yang sudah dibelanjakan pemain untuk game ini, dan tetap menjalankan server setelah 2026 berakhir.

Bagaimana ceritanya sampai di sini

Riot memangkas staf yang mengerjakan 2XKO lebih awal di tahun 2026, dengan alasan momentum belum mencapai level yang cukup untuk menopang tim sebesar itu dalam jangka panjang. Game ini sebenarnya punya sisi positif, termasuk rilis karakter baru dan ajang kompetitif, tapi Riot menyebut hal-hal tersebut tidak menciptakan perubahan berkelanjutan pada arah pertumbuhannya. 2XKO menjadi bagian dari pola yang lebih luas. Sony dikabarkan menghilangkan elemen live service dari game multiplayer Horizon yang masih dalam pengembangan. Highguard tutup kurang dari dua bulan setelah rilis. Remedy mengurangi pembaruan besar untuk FBC: Firebreak. Epic Games melakukan PHK pada Maret setelah engagement Fortnite menurun.

Kenapa ini penting buat kamu

Bagi pemain, hasilnya terbilang cukup adil. Pengembalian dana dan pembukaan semua karakter berarti tidak ada yang rugi secara materi maupun konten, meski masa depan game ini kian menyusut. Bagi Riot, keputusan ini menandakan kehati-hatian dalam menambah taruhan live service baru di samping League of Legends dan Valorant. Bagi studio lain, kasus 2XKO menambah bukti bahwa game live service butuh engagement yang bertahan lama, bukan sekadar euforia saat peluncuran, agar bisa bertahan. Para pembuat game dan investor yang mengamati platform always-online perlu mencatat pola ini. Biaya server dan dukungan live tidak akan menutup dirinya sendiri tanpa basis pemain yang besar dan aktif.

Pertanyaan besarnya

Jika studio besar yang didukung League of Legends dan Valorant saja tidak bisa mempertahankan game fighting dengan basis penggemar yang loyal, apa artinya ini bagi studio-studio kecil yang mencoba model live service serupa? Apakah era live service sedang mencapai batas alaminya, atau studio-studio memang salah menilai apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk retensi pemain sebelum peluncuran? Jawabannya bisa membentuk cara pendanaan dan pembangunan generasi game online berikutnya.

Yang perlu dipantau

Pengembangan aktif 2XKO akan berakhir pada penghujung 2026, meski Riot belum memberikan tanggal pasti untuk pembaruan konten terakhirnya. Server akan tetap online setelah 2026, tanpa tanggal penutupan yang dikonfirmasi. Pengembalian dana dan pembukaan karakter diperkirakan akan dilakukan sebelum pengembangan resmi dihentikan. Pantau terus bagaimana game live service lain, termasuk proyek multiplayer Horizon milik Sony, menangani keputusan keberlanjutan serupa dalam beberapa bulan mendatang.

Keep reading