Bank Inggris Diserbu 10.000 Keluhan Kripto dalam 90 Hari

By bonuz NewsroomPublished October 27, 2026
UK Banks Face 10,000 Crypto Complaints in 90 Days: Report

Konsumen Inggris mengajukan lebih dari 10.000 keluhan dalam 90 hari terkait bank yang memblokir atau membatasi pembelian aset kripto, menurut laporan kelompok advokasi Stand With Crypto. Temuan ini menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara ambisi Inggris untuk menjadi pusat kripto global dengan hambatan perbankan yang sehari-hari dihadapi pengguna kripto.

Apa yang sebenarnya terjadi

Sebanyak 10.092 keluhan tersebut berasal dari 9.800 individu di seluruh 650 daerah pemilihan parlemen Inggris, tercatat antara Mei hingga Agustus, menurut Stand With Crypto. Lloyds Banking Group, yang menaungi Halifax dan Bank of Scotland, menerima keluhan terbanyak yaitu 2.297 laporan atau 23% dari total keseluruhan. Barclays menyusul dengan 1.569 keluhan, sementara NatWest Group mencatat 1.278 keluhan. Barclays membatasi transfer kripto maksimal 2.500 pound (setara $3.340 AS) per transaksi, dan 10.000 pound dalam periode 30 hari. Chase, Starling, TSB, Metro Bank, dan Virgin Money disebut sebagai bank yang melarang transaksi kripto sepenuhnya. Kepala kebijakan Eropa Coinbase, Katie Harries, mengatakan "sebuah negara tidak bisa kredibel mengundang para inovator masuk sementara membiarkan bank mengunci akses konsumen," seperti dikutip CoinDesk. Ia mengutip data U.K. Cryptoasset Business Council yang menunjukkan 40% upaya transfer ke bursa teregistrasi FCA diblokir atau ditunda selama 12 bulan terakhir.

Bagaimana situasi ini terjadi

Inggris pertama kali mencanangkan ambisi menjadi pusat kripto global pada 2023, saat Rishi Sunak, yang kala itu menjabat chancellor of the exchequer, mengusung gagasan tersebut sebelum akhirnya menjadi perdana menteri. Economic secretary to the Treasury, Lucy Rigby, kembali menegaskan tujuan itu di bawah pemerintahan Partai Buruh saat ini kurang dari setahun lalu. Sejak itu, Financial Conduct Authority (FCA) terus menyiapkan rezim regulasi komprehensif untuk menarik minat pelaku bisnis kripto. Namun, banyak bank di Inggris masih membatasi atau memblokir transfer ke bursa yang telah teregulasi. Tinjauan Stand With Crypto terhadap situs web bank per 28 Agustus 2026 menemukan Lloyds tidak memiliki kebijakan resmi yang membatasi transfer kripto, meski bank ini menduduki peringkat teratas dalam jumlah keluhan — mengungkap kesenjangan antara kebijakan tertulis bank dan pengalaman nyata nasabah.

Mengapa ini penting bagi Anda

Bagi pengguna kripto di Inggris, temuan ini berarti akses ke rekening tetap tidak bisa diprediksi, bahkan di platform yang sudah teregistrasi FCA sekalipun. Nasabah sulit memastikan bank mana yang akan mengizinkan transfer, karena batasan yang dipublikasikan tidak selalu sesuai dengan pengalaman nyata yang dilaporkan SWC. Bagi bursa dan para pengembang, 70% di antaranya melaporkan kondisi perbankan yang semakin tidak bersahabat dalam setahun terakhir, menurut Harries, mengancam keandalan jalur on-ramp yang menjadi tumpuan produk mereka. Bagi industri yang lebih luas, termasuk pengembang perangkat AR dan wallet hardware yang mengandalkan pembayaran kripto tanpa hambatan, friksi perbankan yang belum terselesaikan ini berpotensi memperlambat adopsi perangkat berbasis kripto. Stand With Crypto mendesak bank-bank untuk mempublikasikan kebijakan pembatasan secara jelas dan menawarkan peninjauan kasus per kasus, bukan larangan menyeluruh, yang jika diterapkan dapat mempermudah akses.

Pertanyaan besarnya

Jika sebuah negara ingin memimpin di sektor kripto, siapa yang bertanggung jawab memastikan bank tidak memblokir akses yang sah: regulator, pembuat undang-undang, atau bank itu sendiri? Stand With Crypto berargumen bahwa kontrol kejahatan keuangan seharusnya menilai transaksi secara individual, bukan memukul rata seluruh sektor. Namun bank-bank berdalih risiko penipuan dan pencucian uang sebagai alasan pembatasan menyeluruh. Seiring makin banyak negara mengejar regulasi yang ramah kripto namun membiarkan praktik perbankan tak tersentuh, pertanyaan tentang siapa yang akan menutup kesenjangan itu, dan bagaimana caranya, tetap terbuka di berbagai yurisdiksi jauh melampaui Inggris.

Yang perlu dipantau

Belum ada tanggal pasti kapan rezim regulasi kripto penuh dari FCA akan mulai berlaku. Stand With Crypto menyatakan akan terus memantau volume keluhan serta perubahan kebijakan bank. Perhatikan apakah Lloyds, Barclays, atau NatWest akan mempublikasikan kebijakan transfer kripto yang lebih jelas sebagai respons, serta apakah UK Cryptoasset Business Council akan merilis data terbaru soal transfer yang diblokir di seluruh industri.

Keep reading