Ondo Perps baru saja merilis kontrak perpetual dengan leverage 3x yang terkait valuasi pre-IPO OpenAI. Produk ini memungkinkan trader memasang taruhan pada valuasi perusahaan swasta lewat instrumen derivatif, tanpa benar-benar memiliki saham atau menunggu perusahaan itu melantai di bursa.
Apa yang sebenarnya terjadi
Menurut laporan The Defiant, Ondo Perps menambahkan kontrak perpetual dengan leverage 3x yang terhubung ke valuasi pre-IPO OpenAI. Perpetual baru ini memiliki mekanisme harga sendiri serta pembayaran funding tiap jam, menurut laporan tersebut. Ini berbeda dari produk OPAIPon milik Ondo sebelumnya, yakni spot note yang sepenuhnya didanai di muka dan tidak mengenakan biaya funding berkelanjutan, menurut The Defiant. Warga AS tidak bisa mengakses kontrak ini, menurut laporan tersebut. Laporan itu tidak menyebutkan tanggal peluncuran, volume perdagangan, maupun patokan valuasi yang dipakai untuk menentukan harga kontrak. Tidak ada pernyataan terpisah dari Ondo selain apa yang dijelaskan dalam laporan ini.
Bagaimana ceritanya
Produk OpenAI milik Ondo Finance sebelumnya, OPAIPon, merupakan spot note yang sepenuhnya didanai di muka, menurut The Defiant. Spot note mengharuskan pembayaran penuh di awal dan tidak membebankan biaya pembiayaan lanjutan. Kontrak perpetual yang baru ini bekerja dengan cara berbeda. Produk ini memakai leverage, sehingga trader bisa membuka posisi bernilai lebih besar dari modal yang mereka setorkan. Kontrak perpetual juga mewajibkan pembayaran funding antara pemegang posisi long dan short, yang dibebankan tiap jam, agar harga kontrak tetap mengikuti patokannya. Struktur seperti ini lazim ditemukan di pasar derivatif kripto, tapi di sini diterapkan pada valuasi perusahaan swasta, bukan aset yang tercatat resmi di bursa publik.
Kenapa ini penting buat kamu
Bagi trader, perpetual 3x ini berarti potensi untung maupun rugi menjadi lebih besar dibanding spot note, karena efek leverage. Pembayaran funding tiap jam menambah biaya atau justru memberi keuntungan tambahan tergantung arah posisi, berbeda dari struktur satu kali bayar pada spot note. Warga AS tidak bisa mengakses kontrak ini, menurut laporan tersebut, sehingga eksposurnya terbatas pada pengguna non-AS yang memenuhi syarat. Bagi para builder, produk ini menunjukkan bagaimana platform derivatif mulai memperluas eksposur sintetis ke valuasi perusahaan swasta. Siapa pun yang menahan posisi dalam jangka panjang perlu memperhitungkan bagaimana pembayaran funding bisa menggerus keuntungan seiring waktu.
Pertanyaan besarnya
Jika derivatif sintetis bisa melacak valuasi perusahaan swasta sebelum perusahaan itu melantai di bursa, apa yang terjadi ketika perusahaan tersebut akhirnya go public, atau justru tidak pernah go public sama sekali? Bisakah harga di kontrak semacam ini melenceng dari valuasi sebenarnya seiring waktu? Siapa yang memverifikasi patokan yang dilacak, dan apa yang terjadi pada posisi terbuka jika sumber patokan itu berubah?
Yang perlu dipantau
Laporan ini tidak menyertakan tanggal peluncuran, angka volume perdagangan, atau detail kedaluwarsa kontrak. Pantau terus konfirmasi dari Ondo Finance soal detail-detail ini, serta kemungkinan komentar regulator terkait pembatasan akses bagi warga AS. Seiring meluasnya akses tokenisasi ke eksposur gaya pre-IPO, bonuz akan terus memantau bagaimana produk semacam ini bersinggungan dengan aplikasi kripto sehari-hari serta perangkat keras masa depan seperti kacamata pintar.



